Pekanbaru, 5 November 2024 – Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia (IBTPI) bersama Kepala LPPM Dr. Yenny Desnelita, M. Kom menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) terhadap dua inovasi teknologi unggulan yang sedang dikembangkan: Prototype Smart Greenhouse untuk manajemen lingkungan dalam pertumbuhan tanaman hidroponik di ketuai oleh Gusrio Tendra, M. Kom dan Smart Eco Ledger, sistem informasi akuntansi lingkungan di ketuai oleh Dr. Nicholas Renaldo, SE., MM, dirancang untuk memonitor dan mengelola dampak lingkungan dari aktivitas bisnis. Sumber dana program bantuan biaya protoype berasal dari DRPTM KEMDIKBUDRISTEK Tahun anggaran 2024. MONEV bertujuan untuk memastikan bahwa hasil prototype yang dibiayai dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta memberikan dampak positif bagi pengembangan produk atau teknologi yang dihasilkan.
Pada kesempatan ini, Rviewer 1 yaitu Prof. Dr. Saryono., M. Si dan Reviewer 2 Evizal, S.T., M. Eng., Ph.D. melakukan analisis mendalam terhadap progres berbagai proyek prototipe yang telah menerima dana bantuan. Evaluasi ini mencakup beberapa aspek, antara lain efektivitas penggunaan dana, kesesuaian dengan tujuan awal program, serta potensi prototipe dalam mengatasi permasalahan nyata di masyarakat.
Dalam evaluasi yang dilakukan, peserta program menunjukkan hasil signifikan dalam hal peningkatan kualitas dan kematangan prototipe. Salah satu fokus utama dari program ini adalah mendorong pengembangan teknologi yang dapat diterapkan secara luas dan memberikan solusi nyata bagi sektor industri atau kebutuhan sosial masyarakat. Berdasarkan temuan MONEV, prototipe yang dihasilkan sudah memasuki tahap uji coba dan mendapat respons positif dari pihak-pihak terkait, seperti pengguna potensial atau mitra industri.
MONEV memberi catatan perlunya sinergi yang kuat antara peneliti, akademisi, dan sektor industri. Agar proyek yang didanai dapat membangun kerja sama dengan mitra industri untuk menguji kelayakan pasar dan potensi komersialisasi. Sinergi ini akan menjadi kunci dalam mempercepat adopsi teknologi yang dihasilkan, serta memastikan bahwa hasil penelitian tidak hanya berhenti pada level prototipe, tetapi dapat berkembang menjadi produk yang siap diproduksi secara massal.
Namun, meskipun banyak kemajuan yang dicapai, MONEV juga menemukan sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Hambatan dalam hal pengujian teknis dan produksi skala kecil, yang memerlukan penyesuaian lebih lanjut dalam desain atau penggunaan material. Selain itu, perlu dukungan tambahan dalam hal pemasaran dan manajemen bisnis agar prototype yang dikembangkan dapat lebih mudah diterima pasar.
Sebagai tindak lanjut, reviewer I dan Reviewer II memberikan rekomendasi agar kedua inovasi ini, dapat saling melengkapi dalam upaya mewujudkan bisnis yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Smart Greenhouse dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam di sektor pertanian, mengembangkan teknologi automatisasi pompa air. Sementara Smart Eco Ledger memberikan solusi bagi perusahaan untuk mengelola dampak lingkungan dari aktivitas industri mereka, serta mempermudah perusahaan melaporkan kegiatan keberlanjutan lingkungan mereka.
IBTPI berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan kedua teknologi ini, dengan harapan dapat memberikan kontribusi besar dalam mendukung keberlanjutan di sektor pertanian dan bisnis. Melalui Smart Greenhouse, diharapkan bisa membantu sektor pertanian lebih efisien dalam memanfaatkan sumber daya alam, sementara Smart Eco Ledger akan menjadi solusi penting bagi perusahaan dalam mengelola dan melaporkan dampak lingkungan secara lebih transparan (WS).